Bukan Hanya Cukai: Krisis Judi di Perancis Memerlukan Tindakan Lebih Drastik

(AsiaGameHub) –   By: Adrian Kingsley

Fédération Addiction baru-baru ini mendesak larangan total promosi judi oleh atlet. Langkah ini muncul menjelang Piala Dunia 2026. Organisasi ini mengajukan 15 kebijakan mendesak. Larangan iklan selama siaran langsung menjadi salah satu poin kunci. Mereka juga meminta penghentian ekspansi pasar hingga perlindungan pemain diperkuat.

Perancis memang memiliki rezim pajak tertinggi di Eropa. Tarif pajak online mencapai 59.3% dari pendapatan kotor. Namun, data ANJ menunjukkan 1.2 miliar euro dari total 2 miliar euro berasal dari pemain berisiko tinggi. Pada Piala Dunia 2022, hampir 600 juta euro ditaruh di Perancis. Regulasi ketat belum menghentikan arus perjudian.

Iklan judi secara sengaja mengaburkan batas antara passion olahraga dan dorongan bertaruh. Strategi ini menargetkan pria muda dari lingkungan kurang beruntung. Dampaknya nyata: utang, distress psikologis, hingga risiko bunuh diri. Kelompok rentan semakin terdampak. Layanan pencegahan masih kurang pendanaan.

Kebijakan saat ini fokus pada pendapatan pajak, bukan kesehatan publik. Larangan promosi atlet adalah langkah awal. Namun, tanpa alokasi dana untuk rehabilitasi, dampaknya terbatas. Perancis perlu mengutamakan perlindungan pemain di atas keuntungan industri.

Author bio: Adrian Kingsley, seorang sarjana internasional yang telah lama mempelajari administrasi publik dan kebijakan sosial.