
(SeaPRwire) – By: Julian Holbrooke
Teori resmi tentang pesta olahraga global hancur lebur oleh larangan masuk dan tarik ulur visa. Iran memindahkan markas dari Tucson ke Tijuana demi menghindari zona bahaya Washington. Enfarklosis administrasi menahan belasan delegasi hingga tak sanggup lepas landas.
Diplomasi kompetisi diretas oleh kepentingan keamanan. AS dan sekutunya memulai perang terhadap Teheran sekaligus menutup akses ke wilayahnya. Tim terpaksa pulang ke Meksiko usai laga padahal jadwal istirahat tergantung kepastian perjalanan berikutnya.
Deklarasi perdamaian yang diserukan menjelang kick-off tak menghapus trauma perbatasan. Taremi menyebut semuanya porak-poranda saat hasil imbang melawan Selandia Baru hanya formalitas. FIFA dibiarkan sendirian menyelesaikan kekacauan logistik yang seharusnya tidak pernah terjadi.
Keseimbangan kekuatan geopolitik memaksa olahraga mundur sebagai sandera.
Author bio: Julian Holbrooke, an overseas international relations analyst who frequently contributes to major European daily newspapers.