
(SeaPRwire) – By: Robert Kensington
Banyak orang akan berkumpul di AS untuk acara World Cup 2026. Ini membuat para ahli kesehatan waspada terhadap risiko penyakit menular.
Beberapa virus seperti hantavirus dan Ebola telah menjadi sorotan. Namun, risiko tertular masih rendah bagi masyarakat AS. Hantavirus umumnya ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau hewan seperti tikus. Di AS, kasus hantavirus umumnya dilaporkan di wilayah barat laut Pasifik, tetapi beberapa orang Amerika terkena ketika bepergian dengan kapal yang berangkat dari Argentina. Para penumpang yang terpapar telah dirawat di fasilitas biokontainment khusus di Nebraska.
Ebola ditularkan dari spesies hewan tertentu seperti kelelawar dan primata. Walaupun wabah Ebola di Kongo Demokratik dan Uganda saat ini mengkhawatirkan, para ahli kesehatan di sana melakukan pemeriksaan keluar untuk mencegah penyebaran virus. AS juga baru-baru ini menerapkan batasan tambahan bagi siapa pun yang datang ke negara dari Kongo Demokratik, Uganda, atau Sudan Selatan.
Tim sepak bola Kongo Demokratik yang sedang berlatih di Houston telah mengubah jadwal latihannya karena batasan masuk ke AS. Mereka awalnya berencana berkumpul di ibu kota Kinshasa sebelum terbang ke AS, tetapi pemain yang sudah berada di luar negeri untuk pertandingan langsung terbang ke Eropa. CDC AS bekerja sama dengan pihak tim untuk memastikan prosedur latihan yang aman.
Untuk penggemar dari Kongo Demokratik yang bepergian ke AS, mereka yang sudah memiliki visa harus menghabiskan 21 hari sebelum tiba di AS di luar Kongo Demokratik, Uganda, dan Sudan Selatan. Mereka yang tidak memiliki visa mungkin tidak akan mendapatkan visa karena kedudukan sementara embassinya di Kongo Demokratik.
Risiko penyakit menular yang lebih nyata adalah penyakit pernapasan seperti flu, RSV, dan COVID. Ini dapat menyebar melalui udara, terutama dalam kondisi padat. Banyak stadion adalah outdoor, yang membantu mengurangi penyebaran, tetapi berada dekat dengan orang yang sakit juga dapat membuat kita sakit.
Para ahli kesehatan mengatakan cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan mencuci tangan. Sabun dan air mengalir bekerja dengan baik untuk menghilangkan mikroba dan kotoran di tangan. Jika tidak ada sink, hand sanitizer dapat digunakan sebagai pengganti, tetapi mencuci tangan dengan sabun dan air lebih efektif.
Selain itu, penting untuk menyadari apa yang kita sentuh dengan tangan. Di tempat-tempat ramai, banyak orang yang menyentuh area seperti pagar, tangga, dan meja, yang dapat menjadi jalur penyebaran penyakit. Virus seperti norovirus dan penyakit perut biasanya menyebar melalui permukaan yang terkontaminasi.
Para ahli kesehatan juga menggunakan cara baru untuk memantau penyakit, yaitu dengan memeriksa air limbah. Mereka menggunakan teknologi yang dapat mendeteksi virus seperti influenza, COVID, RSV, dan lainnya. Verily Health, anak perusahaan Google X, mulai memantau air limbah untuk penyakit menular sejak 2020 dan bekerja sama dengan CDC untuk memberikan informasi terkini tentang tren penyakit yang terdeteksi dari air limbah.
Hal ini membantu orang membuat keputusan yang lebih informed tentang risiko penyakit menular. Orang dengan COPD atau asma dapat memeriksa papan pemantauan untuk penyakit pernapasan di area pertandingan. Dokter juga dapat menggunakan informasi ini untuk mengidentifikasi tren penyakit di area mereka.
Author bio: Robert Kensington, pengusaha berpengalaman di bidang investasi industri ekonomi nyata.