Aturan Baru Iklim: Dari Janji ke Tindakan Nyata

(SeaPRwire) –   By: Elena Rostova

Perdebatan sengit sedang berlangsung tentang bagaimana perusahaan menetapkan target iklim dan menunjukkan kemajuan. Organisasi pembuat standar seperti SBTi harus memilih kata-kata dengan hati-hati. Istilah “fleksibilitas” ditolak oleh David Kennedy, kepala SBTi, karena dianggap bermakna negatif. Ia menekankan bahwa yang ditawarkan adalah “pilihan”, bukan kelonggaran.

SBTi baru merilis panduan korporat pada 11 Juni. Panduan ini mencakup jalur spesifik sektor untuk mengurangi emisi rantai pasokan. Fokus beralih dari penetapan tujuan jangka panjang ke perencanaan transisi mendetail. Perusahaan juga mendapat panduan menggunakan instrumen berbasis pasar, seperti offset karbon, sebagai solusi terakhir.

Kredibilitas kini diukur dari integrasi iklim dalam operasi nyata, bukan sekadar komitmen. Perusahaan boleh melenceng dari target jika disebabkan faktor di luar kendali, asal transparan. Hierarki aksi jelas: kurangi emisi internal dulu, baru dukung ekosistem eksternal. Target net zero bukan titik akhir, melainkan proses berkelanjutan.

Author bio: Elena Rostova, pakar kebijakan publik yang mengkhususkan diri pada penilaian kepatuhan untuk pemerintah dan dana kekayaan berdaulat.